Sekelumit Tentang Sutrah

Sekelumit Tentang Sutrah

Diposkan oleh Abu Dihyah,

sutrah sholahSebagaimana dimaklumi bersama, shalat merupakan amal ibadah yang sangat agung dan mulia. Betapa tidak, Alloh dan RasulNya selalu menyebutnya, memuji orang-orang yang menegakkannya dan mengancam keras orang-orang yang melalaikannya, lebih-lebih meninggalkannya. Terlalu panjang masalah ini uraiannya! Setiap muslim dan muslimah pasti mendambakan agar shalatnya diterima oleh Alloh. Namun bagaimanakah caranya agar amal ibadah ini diterima olehNya, berpahala, dan tak sia-sia belaka?! Sebagaimana lazimnya seluruh ibadah, shalat seorang hamba sia-sia kecuali memenuhi dua syarat: Pertama: Ikhlas.[1] Seorang harus benar-benar memurnikan niatnya hanya untuk Alloh, bukan karena pamrih kepada manusia, bangga terhadap dirinya, atau penyakit hati lainnya. Syarat ini, sekalipun memang berat—bahkan lebih sulit dari syarat kedua—tetapi barangsiapa yang berusaha dan bersungguh-sungguh, niscaya akan dimudahkan oleh Alloh. Kedua: Al-Ittiba’. Seorang harus berupaya untuk mencontoh tata cara shalat yang telah dituntunkan oleh Nabi yang mulia. Hal ini sebagaimana tertera dalam hadits:

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِي أُصَلِّيْ

Shalatlah sebagaimana kalian melihatku shalat. (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad) Baca lebih lanjut

Iklan

Motivasi Untuk Belajar Ilmu Syar’i

Di Posting oleh Abu Dihyah

Mununtut ilmu syar'i jalan menuju ke syurga AllahSaat ini, orang yang mau belajar dan menekuni ilmu syar’i sudah sangat langka, yang banyak adalah belajar ilmu syar’i sekedarnya. Misalnya, sekali seminggu menghadiri pengajian, mengikuti kursus-kursus singkat, membaca buku terjemahan, atau sekedar mengikuti mata pelajaran agama di sekolah yang porsinya sangat kurang. Akibatnya, banyak umat Islam yang buta akan ajaran agamanya. Jangankan pengetahuan ilmu syar’i secara umum, hal-hal yang wajib diketahui dalam urusan agama pun banyak yang tidak tahu.

Apa itu ilmu syar’i?
Baca lebih lanjut

TIDAK BOLEH MAKAN SAMBIL BERDIRI, HANYA TRADISI ATAU ADA ALASAN KESEHATAN ?

Di posting oleh Abu Dihyah,

makan berdiriMenurut pendapat dr. Andri Setiawan, selain alasan sopan santun, sebenarnya secara medis makan dan minum sambil duduk lebih menyehatkan ketimbang sambil berdiri. Ini karena dalam tubuh manusia terdapat jaringan penyaring (filter) atau yang lazim disebut sfringer, yaitu suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka dan menutup.

Seperti dilansir Plasadana, ia menjelaskan, “Air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan di ginjal. Filter penyaring ini terbuka di saat kita duduk dan tertutup di saat berdiri.” Saat filter dalam posisi tertutup, air yang dikonsumsi sambil berdiri tersebut langsung masuk hingga ke kantong kemih tanpa proses penyaringan. Akibatnya, terjadi pengendapan di saluran ureter dan bila hal itu terus terjadi, dapat menyebabkan gangguan pada Baca lebih lanjut

Sujud Sahwi (2): Sebab Adanya Sujud Sahwi

Diposting Oleh Abu Dihyah

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Pembaca Yang semoga tetep berada dalam hidayah Allah Azza Wallah, Pada Pembahasan yang telah lalu kita telah membahas tentang “hukum sujud sahwi” dan “pengertian dari sujud sahwi “, maka Saat ini kita akan kembali membahas pembahasan menarik mengenai sujud sahwi, sujud karena lupa yaitu tentang sebab – sebab adanya sujud sahwi. Silahkan disimak pembahasannya dan semoga bermanfaat, aamiin. Baca lebih lanjut

Sujud Sahwi ( 1 ) ; Hukum Sujud Sahwi

Diposting Oleh Abu Dihyah

Sujud Sahwi (1): Hukum Sujud Sahwi

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Pembaca Yang semoga tetep berada dalam hidayah Allah Azza Wallah, Saat ini kita akan membahas pembahasan menarik mengenai sujud sahwi, sujud karena lupa.Pembahasan ini  Kami akan sajikan dengan sederhana dan secara bersambung  supaya lebih memahamkan pembaca sekalian. Semoga bermanfaat. Baca lebih lanjut

Secercah Cahaya di Tengah Gulita

Diposting Oleh Abu Dihyah

Berjalan di bawah siraman cahaya hidayah merupakan nikmat yang sangat agung. Sebaliknya, tenggelam dalam kegelapan kesesatan merupakan bencana.

Cahaya yang akan menerangi perjalanan hidup seorang hamba dan menuntunnya menuju keselamatan adalah cahaya al-Qur’an dan cahaya iman. Yang keduanya telah dipadukan oleh Allah ta’ala di dalam firman-Nya (yang artinya), “Dahulu kamu -Muhammad- tidak mengetahui apa itu al-Kitab dan apa pula iman, akan tetapi kemudian Kami jadikan hal itu sebagai cahaya yang dengannya Kami akan memberikan petunjuk siapa saja di antara hamba-hamba Kami yang Kami kehendaki.” (QS. asy-Syura: 52) Baca lebih lanjut